Home » Coding » 6 editor teks untuk programmer

6 editor teks untuk programmer

Seorang programmer, tentu tak lepas dari mantengin teks-teks bahasa pemrograman berjam-jam, ditemani secangkir kopi berselimut kesunyian malam, kadang nyetel musik yang menggugah gairah menatap layar monitor. Semakin malam, semakin bergairah menekan tuts keyboard merangkai larik-lirik bahasa yang hanya diketahui mesin dan programmer. Sungguh romantis dan intim.

Ok, saya ngelantur. Paragraf diatas – meski hanya berlaku untuk programmer nocturnal – bukan tak berhubungan dengan apa yang akan saya bahas di artikel ini mengenai ulasan beberapa editor teks (text editor) yang sangat dekat dengan programmer nocturnal maupun normal – jangan tersinggung, normal di sini mengacu pada waktu, bukan tingkat kewarasan – sebagai alat editing berkas-berkas berisi bahasa komunikasi manusia dan mesin (compiler/interpreter).

  1. Netbeans, salah satu editor teks favorit saya – sebelum kenal Vim – memiliki beberapa fitur terutama Project Manager, Code Completion yang cukup mumpuni, sekaligus dokumentasi PHP yang terintegrasi. Netbeans sebenarnya tak sekadar editor teks tapi IDE, jadi fungsi-fungsi debugging, integrasi VCS, sekalian ngotak-atik database MySQL tersedia di Netbeans.Kamu bisa menambah plugin sesuka hati, dari Tools → Plugins, atau kamu bisa mencari di belantara Plugins Portal pengembang Netbeans. Beberapa plugin seperti Git, memang harus ditambahkan sendiri, tidak tersedia dari paket installer-nya.

    Sedikit saran, jangan mengunduh versi full Netbeans jika kamu tidak memakai tidak memakai semua bahasa yang tersedia. Cukup unduh sesuai kebutuhan. Pengembang Netbeans cukup baik hati, dengan menyediakan berbagai pilihan paket download versi terakhir yang tersedia adalah Netbeans 7.0.1 baru saja rilis 1 Agustus 2011 kemarin.

    Dukungan OS: Linux, OSX, Windows

  2. Aptana, IDE berbasis Eclipse yang lumayan ringan meski banyak proyek yang terpasang. Bagi saya, Aptana cukup menggantikan Netbeans jika berjalan di PC/Laptop yang tidak terlalu mulus menjalankan Netbeans – ketahuilah, Netbeans bisa memakan lebih dari 512 MB RAM untuk berjalan secara lancar.Selain memiliki fitur debugging, dukungan VCS, Aptana juga memiliki fitur Bundle berupa perintah-perintah mirip snippets yang cukup membantu saat merangkai baris-baris pemrograman. Bundle dapat diubah sesuai kesukaan atau kebiasaan kita, dengan sedikit tahu bahasa Ruby – tenang, Ruby itu mudah sekali.

    Aptana termasuk applikasi open source dengan pengembangan yang cukup aktif – karena didukung perusahaan yang bergerak dibelakangnya – dan kamu masih bisa memakai secara gratis. Versi paling anyar Aptana adalah Aptana Studio 3.0.4 rilis 15 Agustus 2011.

    Dukungan OS: Linux, OSX, Windows

  3. Sublime Text 2, saya pernah menulis sedikit review di post ini. Sublime Text 2 masih dalam tahap pengembangan sampai saat ini, dan nggak gratis jika kamu ingin menggunakannya. Fitur baru adalah Multi Selection Edit – coba tahan CTRL dan klik di bagian teks manapun di berkas program kamu – dengan fitur ini kamu bisa memilih beberapa kolom sekaligus, Project Manager, konfigurasi berbasis teks sehingga lebih mudah dikustomisasi, ringan, berjalan di multiplatform.Dukungan OS: Linux, OSX, Windows
  4. Gedit, editor teks yang berjalan di Gnome – desktop Linux – ringan dan sudah mendukung syntax-highlighting, fitur Multi Selection Edit (ditambah plugin), sudah terpasang jika kamu memakai Gnome sebagai desktop di distro Linux pilihan kamu.Plugin wajib yang mesti kamu tanamkan di Gedit kamu yaitu Gmate, bisa kamu unduh di github plugin ini. Paling tidak, plugin ini cukup membantu dan meringankan beban kamu saat mengedit super cepat atau berkas konfigurasi yang kecil; misal dari FTP client.

    Sedikit saran dari saya, Gedit cukup ramah disandingkan FTP client seperti Filezilla atau FireFTP, sandingkanlah mereka.

    Dukungan OS: Linux

  5. Notepad++ – dahulu kala, editor teks favorit saya saat mengedit kode dengan Windows, jangan tanya kenapa sekarang saya tak memakai Windows – benar-benar pengganti Notepad di Windows. Banyak sekali plus-plus yang ditempelkan di Notepad++, mulai dari syntax-highlighting, Multi Selection Edit seperti di Sublime text 2, mendukung plugin, dan sebaiknya kamu jelajahi sendiri dengan mencobanya langsung dengan mengunduh di website Notepad++ – meski memakai akhiran plus-plus tapi Notepad++ ini gratis dan opensource, kok.
    Dukungan OS: Windows
  6. Vim – ok, inilah favorit saya saat ini – editor teks berbasis “Vi” editor teks dari Unix. Kenapa saya menyukai Vim? Ceritanya panjang – mungkin menghabiskan berlembar halaman website untuk menceritakannya – jika disingkat adalah setelah saya merasa pergelangan tangan kanan terasa sakit karena sering mengeser kursor memakai tombol Panah saat merangkai bahasa pemrograman dan juga setelah terpengaruh postingan kesalahan beralih ke vim ditambah video tutorial Vim dari Derek Wyatt, akhirnya sampai sekarang saya kecanduan memakai Vim.

    Vim isn’t an editor designed to hold its users’ hands. It is a tool, the use of which must be learned.

    Kutipan dari website Vim di atas menyiratkan bahwa kamu tidak akan mendapatkan kenyamanan pada awal menggunakan Vim, kamu harus belajar menggunakannya – oh, baiklah, kenapa kamu harus mempelajari alat yang akan kamu pakai untuk mengedit teks yang bahkan kamu masih harus belajar bahasa pemrograman? – karena Vim adalah alat.

    Sedikit saran dari saya, jangan mencoba mempelajari Vim jika kamu tidak siap kecanduan menggunakannya. Apalagi jika kamu diujung tanduk deadline pekerjaan, sebaiknya lupakan dulu mempelajari Vim.

    Dukungan OS: Linux, OSX, Windows

Itu tadi, sedikit paparan saya tentang pengalaman memakai editor teks – beberapa memang IDE, saya akui, IDE juga kadang tidak mendukung begitu banyak bahasa – yang cukup berguna mungkin bisa kamu jadikan referensi sebelum kamu memutuskan memakai editor teks.

Atau, jika kamu sekarang telah memakai editor untuk merangkai baris-baris program kamu, kamu bisa berbagi kesan di komentar di bawah, thanks.

15 Comments

  1. Dari dulu pakeknya seringnya Notepad :D
    Atau, editornya di FAR (dari rarlab)

  2. saya penggemar berat notepad++ nih mas.. ringan buangeeet.. :D

  3. saya gak pernah ngedit program je…

  4. andreanisme

    Aku pake phpDesigner, gan.. :D

  5. aku pake Notepad++
    soalnya simpel dan lebih dari cukup untuk kerjaanku..
    meskipun pake SVN tapi tetep bertahan di notepad++ karena si SVN udah disetting gak usah buka terminal, begitu commit langsung auto svn up oleh klanjabrik. :D

  6. Tadinya Menanti ada CODA dan Textmate di list ini :)

  7. Saya suka pindah2 editor,..
    saat ini lagi suka dengan Sublime 2

  8. wah sama nih sekarang lagi kecanduan dengan vim

  9. Yep, ane juga pake vim. Manteb buat ngoding.

  10. saya pke Drmwver ^_^

Leave a Reply

Scroll To Top