Home » Mobile » [Android] Review Aplikasi Pengolah Foto Instan

[Android] Review Aplikasi Pengolah Foto Instan

Beberapa bulan yang lalu terdengar kabar Instagram (salah satu pengolah foto yang banyak digunakan di lingkungan iOS) akan segera mendarat di platform Android. Namun sampai saat ini belum kunjung tiba. Lalu? Lupakan sejenak, mari mengupas aplikasi olah foto instan yang sudah ada di Android.

Ada beberapa pilihan, kebanyakan aplikasi olah foto memiliki jejaring masing-masing (Social Experience) sehingga antar user bisa memberikan feedback berupa like/favorit dan komentar pada foto yang diunggah serta kemampuan untuk menampilkannya di Twitter dan Facebook.

1. picplz

Aplikasi pengolah foto instan picplz dapat memberikan efek/filter pada foto berupa “Instant Film” effect, “Russian Toy Camera”, “The 70s”, & “High Contrast Monochrome” sehingga foto yang terolah bisa beraroma vintage, black and white, lomo dan HDR.

sumber : www.blog.picplz.com

Selain itu, aplikasi ini juga bisa mengatur adjustment pada gambar, semisal melakukan croping, rotating, mengatur saturation, brightness/contrast, blur, sharpen dan menambahkan text atau stiker pada foto.

Gambar yang diolah langsung di simpan ke folder picplz di galeri foto, jadi user bisa menggunakan dan menampilkan lagi di lain kesempatan. Dan jika menggunakan kamera dari aplikasi picplz, maka gambar asli tidak hilang. Karena beberapa fotografer tetap menginginkan original foto tetap ada dan tersimpan.

Dukungan untuk “melempar” hasil gambar olahan dari picplz ke produk social media lain juga terbilang komplit. Facebook, Twitter, Flickr, Tumblr, Posterous, and Foursquare. Menyinggung Foursquare, picplz mampu memberikan keterangan tempat dimana gambar diambil. Nah, venue yang akan dipilih diambil dari list venue yang ada di Foursquare.

Social Experince? Ya, adanya fitur like dan komentar dan didukung oleh notifikasi yang dapat diterima oleh pengguna saat fotonya disentil oleh pengguna lain. Terdapat statistik view pada setiap foto (berapa orang yang melihat) dan adanya popular photos yang menampilkan foto terpilih dan diambil dari banyak pengguna.

Kelebihan yang lain, gambar dari picplz sudah bisa ditampilkan langsung (tanpa membuka browser) pada beberapa twitter client.

Aplikasi ini terbilang ringan dan jarang mogok alias force closed. Sering saya gunakan. :)

hasil olahan picplz

picplz via Android Market | Free

2. Streamzoo

Hampir mirip dengan picplz, namun kesan pertama yang saya temui ketika memakai Streamzoo adalah “baru sebentar, kok yang nge-like banyak banget!”. Yap, aplikasi ini lebih terasa “sosial”.

Disamping Social Experience, di streamzoo juga menerapkan “Social Gaming” dimana pengguna akan lebih terpacu untuk upload dikarenakan setiap foto bisa mendapatkan point. Setiap satu foto yang diunggah akan mendapatkan 1 point. 1 like yang diterima = 1 point. Leaderboard yang diberlakukan mengambil dari seluruh point yang diterima pengguna atas foto-fotonya yang diakumulasikan mingguan dan bulanan. Sistem badges, sepertinya saya cukup menggambarkannya dengan badges yang ada di Foursquare ya. Kurang lebih seperti itu. Tentunya, parameter untuk mendapatkan badges akan sesuai dengan apa yang Streamzoo berlakukan.

Stream, ini fitur untuk menentukan di kanal mana foto ini akan ditampilkan. Terdapat beberapa stream di Streamzoo, yang populer adalah #fotodroids, #andrography, #bnw dan #indonesia. Tunggu sebentar, kok ada tagar? Ya, karena untuk mengklasifikasikan foto ke dalam stream memang ditandai dengan tagar yang ditulis dalam caption foto. Pengguna dari Indonesia tergolong aktif, terlihat dari gambar yang ada di stream #indonesia yang cepat bertambah. (tetap ada kemungkinan yang upload hanya itu-itu saja..hehehe)

Saya suka dengan fitur tilt-shit effect pada Streamzoo, ada beberapa bentuk dan bisa diatur posisi dan besar areanya. Untuk filter lain, kurang lebih sama dengan pizplz namun tak lebih banyak.

Streamzoo via Android Market | Free

3. Pixlr-O-Matic

Sebelum punya ponsel Android, saya sudah menggunakan aplikasi ini lewat web di http://pixlr.com/o-matic/ . Setelah saya install di Android, konsep pemberian efek pada foto tidak jauh berbeda dengan versi web yaitu dengan menggeser film dengan nama efek yang unik, misalnya Anna, Julia, Josh dan lain sebagainya. Setelah itu memilih frame atau border dan memilih semacam tumpukan layer untuk foto.

hasil olahan pixlr-o-matic

Aplikasi ini memiliki banyak filter, frame dan layer. Sehingga akan menghasilkan efek foto yang bervariasi. Jika ingin trial sebelum menginstall di Android, maka pilihannya adalah mencobanya di web karena semua fiturnya mirip antara versi web dan aplikasi Androidnya.

Keunggulan pixlr-o-matic adalah adanya opsi besar kecilnya ukuran gambar yang akan di simpan (high, medium, small). Jika ingin menyimpan gambar hasil olahan dengan resolusi besar (yang besar-kecilnya juga mempengaruhi kualitas) maka bisa dipilih high.

pixlr-o-matic via Android Market | Free

4. Camera360

Aplikasi 1-3 adalah aplikasi yang mengolah foto yang sudah jadi, alias yang sudah tersimpan di galeri. Meskipun pada aplikasi tersebut juga dilengkapi dengan fitur mengambil gambar dari kamera secara langsung.

Camera360 seperti kamera independen yang dilengkapi dengan banyak filter yang bisa saya golongkan unik. Kenapa unik, karena filter-filter yang ada di aplikasi ini ada banyak yang tidak ditemui di aplikasi lain.

Karena sudah ada videonya, maka simak saja official video yang menerangkan apa itu Camera360. Di vide ini akan ditampilkan secara gamblang apa yang saya maksud dengan kamera independen yang tentunya tombol-tombolnya berbeda dengan kamera bawaan. :D

Camera360 via Android Market | Free

5. Flickr for Android

Layanan penyimpanan foto dari Yahoo! yang cukup populer. Sebelum Flickr for Android diluncurkan, saya menggunakan aplikasi Flickr Companion yang membantu saya untuk mengunggah foto dari ponsel. Namun saya kurang sreg, karena tidak bisa memilih/membuat sets.

Flickr yang dibuat oleh Yahoo! datang dengan kemampuan manajamen atau penataan foto berupa pengisian judul (title), deskripsi, tag, sharing option dan memilih sets dimana foto yang diunggah akan ditempatkan. Yang tidak kalah penting adalah pengguna bisa mengikuti aktivitas/foto-foto dari rekan-rekannya di Flickr. Eits, satu lagi, pengguna dapat mengatur privasi gambar yang diunggah (private / public).

Versi aplikasi ini dilengkapi dengan penambahan filter sebelum gambar diupload. Jumlah totalnya ada 11 filter yang bisa diterapkan.

Flickr for Android via Android Market | Free

6. Image Shrink

“Gambarnya kebesaran! Kalau mau Twitpic bisa menghabiskan kuota penggunaan i-net nih!” Baiklah, jangan kuatir, kawans. Saya reviewkan aplikasi pengatur ukuran gambar biar bisa eksis di Twitter tanpa bikin kuota tekor.

Pilihannya sedikit untuk aplikasi pengatur ukuran gambar. Yang menurut saya layak dicoba adalah Image Shrink. Dengan berbagai variasi ukuran, gambar bisa dirampingkan. Mulai dari 1280×1024 sampai yang paling kecil 160×120.

Kelebihan aplikasi ini adalah, dia hanya me-resize gambar tanpa melakukan kompresi. Berbeda dengan fitur dari beberapa twitter client yang secara otomatis akan mengompress gambar yang akhirnya gambar yang diunggah terlihat kurang prima.

Image Shrink via Android Market | Free & Paid

Masih banyak yang lain, namun yang ada disini adalah aplikasi yang sering saya gunakan. Semua telah dijalankan dengan menggunakan ponsel Samsung Galaxy Ace.

Sumber gambar thumbnail:  Android Photography (Kaskus) | http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7601236&page=54

3 Comments

Leave a Reply

Scroll To Top