Home » Coding » Mulai Menggunakan Git!

Mulai Menggunakan Git!

Sebagai seorang pengembang perangkat lunak yang berkutat pada programming, tentu kamu punya pengalaman pahit saat salah menghapus baris pada skrip, atau malas melakukan penambahan fitur karena takut akan merusak seluruh aplikasi? Dan pada semua kejadian tersebut, kamu tidak punya backup, atau cukup malas untuk menulis ulang alur pemrograman. Pernahkan memakai sistem kontrol revisi?

Pada tutorial kali ini, saya akan membahas tentang Git yang akan menyelamatkan kamu dari bencana kerusakan aplikasi akibat salah mengubah baris-baris pemrograman.

Tentang Tutorial ini:

  • Tingkat Kesulitan: Pemula
  • Durasi: 30 menit
  • Materi: Git

Apa itu Git?

Git adalah sistem kontrol revisi terdistribusi (terjemahan bebas dari Distributed Revision Control) diciptakan Linus Torvalds untuk mendukung pengembangan kernel Linux pada tahun 2005, dengan kelebihan pada performa dan skalabilitas besar.

Kenapa harus Git?

Saya pernah menggunakan Subversion (SVN) saat awal pertama kali belajar pemrograman, saat itu saya menyadari begitu pentingnya mengetahui perubahan apa saja yang saya lakukan di masa lalu, agar saya bisa move-on melanjutkan alur aplikasi yang saya buat. Saya memilih SVN karena masih memakai Windows dan Git belum mendukung dengan baik. Namun, di kemudian hari saya menyadari ketika SVN sangat tidak bagus untuk kolaborasi dan membuat directory aplikasi saya membengkak berkali lipat.

Saat ini Git sudah mendukung hampir semua sistem operasi (Mac OSX, Linux, Windows, dll), performa tinggi, dan mudah untuk berkolaborasi, dan lebih sedikit memakan kuota penyimpanan.

Bagaimana memasang Git pada sistem operasi kamu?

- Windows: unduh dan pasang mysgit.

- Linux: gunakan package manager dari masing-masing distro.

- Mac OSX: unduh dan pasang git-osx-installer.

Mulai menggunakan Git!

Mari kita mulai meenggunakan Git, pada langkah-langkah dibawah ini, disarankan memakai Git dari Terminal untuk Linux dan Mac OSX sedangkan Windows memakai Git Bash. Tanpa basa-basi lagi, kita mulai mengatur Git agar berjalan lancar.

Pertama ketik setiap perintah berikut ini di Terminal atau Git Bash.

git config --global user.name "Isi nama kamu"
git config --global user.email "isi alamat emailkamu@entahlah.com"

Perintah diatas untuk mengatur Git agar menggunakan nama dan email kamu dalam setiap “commit” yang dijalankan.

Sekarang saatnya membuat repository dengan Git. Saya akan membuat direktori untuk menyimpan aplikasi website saya dengan nama “sitemagz” kemudian masuk direktori tersebut dengan perintah “cd” melalui Terminal atau Git Bash – Ingat, semua tutorial ini menggunakan perintah baris (command line) semoga kamu segera terbiasa melaluinya.

mkdir sitemagz
cd sitemagz
git init

Perintah terakhir, git init memerintah Git untuk membuat repositori di direktori tersebut. Secara otomatis Git akan membuat direktori .git untuk menyimpang data tentang repositori – jika di sistem unix-like tidak akan kelihatan (hidden).

Saya akan menambahkan berkas baru di direktori sitemagz, misalnya saya sudah punya beberapa berkas bernama index.html dan readme.txt. Saya ingin menambahkan kedua berkas tersebut agar revisinya tercantumkan dalam repositori, jalankan perintah:

git add .

Alternatifnya, jika kamu hanya ingin menambahkan index.html saja, gunakan perintah:

git add index.html

atau satu-per-satu berkas tersebut:

git add index.html readme.txt

Saat ini kedua berkas tersebut sudah memasuki staging area. Staging area bisa dimaknai area untuk menampung semua berkas atau direktori yang akan diikut sertakan dalam commit berikutnya.

Perintah commit dapat dilakukan dengan perintah ini, ganti <pesan> dengan catatan yang ingin kamu masukkan pada perubahan kali ini.

git commit -m "<pesan>"

Setelah melakukan commit, kamu sudah mencatat semua perubahan di repository lokal, yaitu di direktori .git. Cukup mudah bukan? Dengan langkah-langkah diatas, kamu sudah menguasai dasar-dasar menggunakan Git sebagai pengontrol revisi.

Mulai Menggunakan Git

Berikut beberapa perintah yang berguna untuk melengkapi penggunaan dasar Git.

# menampilkan status repositori
git status

# menampilkan perubahan apa saja yang telah kamu commit sebelumnya
git log

# seperti git log, hanya saja perintah ini menampilkan perubahan secara grafis
git log --graph --pretty=oneline --abbrev-commit

Mulai Menggunakan Git

Dengan mengikuti tutorial diatas, saya yakin, kamu sudah menguasai dasar menggunakan Git. Mudah bukan? Pada tutorial minggu depan saya akan menjelaskan tentang Git Branch dan Remote Repository. Nantikan!


Artikel ini bagian dari tutorial berseri “Semua tentang Git”:

  1. Mulai Menggunakan Git!
  2. Git: Fungsi Branch dan Merge
  3. Git Remote Repository

17 Comments

  1. Saya pengguna tortoise svn dan sat ini sudah jalan hampir 6bulan dan sangat membantu dalam develop program, disini di bilang bahwa svn dapat membengkakkan repository , nah kalo git apa ada kebihan apa dibanding svn ms hasan ? Thanks jawabanya :)

    • Hassan Aly

      Menurut saya, kelebihan antara Git dan SVN selain Git lebih kecil memakan kuota penyimpanan, Git lebih ringan digunakan, juga memudahkan kita untuk Branching.
      Git memiliki kelebihan, masing-masing developer mempunyai repository tersendiri. Jadi, tak harus terhubung jaringan ketika ingin melakukan diff, branch, merge dari komputer lokal.
      bisa dibaca lebih lengkap di
      http://thinkvitamin.com/code/why-you-should-switch-from-subversion-to-git/
      atau google tentang perbedaan svn dan git.
      di akhir serial artikel tentang Git nanti, saya akan menyimpulkan kenapa harus menggunakan Git dibanding yang lain.

      • mantap artikel nya, saya sering explore github.com tapi bukan untuk menggunakannya melainkan untuk download script. ternyata begitu ya… btw samakah dengan github.com ?

    • Kelebihan utama GIT ada pada branchingnya (dan merging juga). Di SVN saya hampir gak pernah pake branch (atau metodologi trunk, branch tag ala SVN) saking membingungkan dan cost-nya tinggi, dari tutorial yg saya baca sebagian menyarankan menghindari branch di SVN / CVS.

      Di GIT, branching adalah keseharian, dengan mudah kita eksperimen algoritma tertentu tanpa ngerusak yg ada. Bisa memecah pekerjaan berdasarkan fitur menugaskan programmer berbeda untuk mengerjakan di branch sendiri2 (dan bisa diaudit sebelum digabungkan code-nya).

      Pake SVN programmer jadi produktif, pake GIT programmer jadi kreatif.
      Flow coding yg natural ada di GIT, tapi lupakan dulu semua konsep yg dipelajari di SVN, karena skenario co, kerja, commit ala SVN hanya 1 contoh workflow yg bisa diakomodasi kalo pake GIT, masih banyak model kerja (workflow) yg bisa dicontek.

  2. git dan subversion itu udah beda konsep, kalau subversion itu repository di local kalau git repository nya di server git CMIIW

    • Hassan Aly

      kayaknya kebalik deh,
      Git itu DVCS (Decentralized Version Control System) sedangkan SVN (Centralized Version Control System) ada referensi di http://stackoverflow.com/a/161572/784977
      perbedaan antara keduanya bisa dibaca di
      http://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_revision_control_software#Technical_information
      sebagai refenrsi

      • upsss, kebalik yaaa, maklum jam 3.52 esok lek comment je.

        btw yang bikin file svn lebih membengkal knapa hayooo ??

        • Hassan Aly

          svn membuat setiap data sebagai kopi dan tidak dikompres di direktori .svn juga di setiap direktori repositori memiliki .svn. Berbeda dengan git hanya memiliki satu direktori .git (di root repository) yang menyimpan seluruh data sebagai object yang dikompres.

    • kebalik, tapi emang bener, git sama svn beda konsep. konsep yg ada di svn hanya 1 skenario kalo di git. Sialnya kalo terlalu lama main di svn, pola pikirnya jadi susah ngikutin konsepnya git yg bisa macem2 workflow.

  3. cara buat direktori baru di githubnya gmn?
    klo perintah mkdir ~/Hello-World bukan membuat direktori baru. Di laptop gw sudah ada folder controllers, models & views nah jadi gw ga perlu membuat mkdir ~/controllers lg krn nanti akan dibuatnya pada laptop bkn di github. Jadi gw tinggal push file yg ada di dalam folder controllers pada laptop ke folder controllers di gihub.

  4. mau tanya ni, ini kan saya sudah install git di ubuntu 12.04 kan rencananya git di ubuntu jadi server git. nah di netbeans windowskan dah ada tu pluginnya git gimana caranya saya menggunakan git nya.

  5. Gan mau tanya….
    Itu kan jalannya di local ya a.k localhost.
    Ane nubie banget masalh git.
    Kalo misal ane pengen bare ane ane taroh di domain hosting, trus ane bikin repo di localhost cara menghubungkanya bijimane ya.

    Jadi biar enak gitu, coding di localhost. nah pas push pull ntar lansgung ke bare yang dilive server gitu :D…
    kasih tau donk..urgent nihhh… thanks.

Leave a Reply

Scroll To Top