Pengantar SDLC – Agile Development

Membangun produk sistem informasi seperti membangun rumah, dimulai dari sebuah ide dasar, kemudian diwujudkan dalam sebuah design gambar, kalau sudah disetujui oleh calon pemilik rumah baru dibuatkan blue print dan dibangun sesuai dengan blue print tersebut. Dan kebayang nggak kalau tahapan-tahapan tersebut dilewatkan begitu saja, tiba-tiba langsung dibangun rumahnya kemudian sang pemilik tidak cocok dan semua akan sia-sia dan memulainya lagi dari awal.

Produk Sistem Informasi juga membutuhkan tahapan-tahapan terlebih dahulu dalam proses pembangunannya, dan dalam bahasa kerennya disebut SDLC – System Development Life Cycle. SDLC sendiri secara mendasar terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, analisis, desain, dan implementasi. Setiap tahapan akan mendapatkan input dan menghasilkan output yang juga akan menjadi input dalam tahapan selanjutnya. Sedikit penjelasan soal tahapan tersebut :

1. Perencanaan. Output : rencana product/project

  • Inisialisasi dan analisa keuntungan (ROI)
  • Management project, terkait sumber daya, sumber dana dan rencana-rencana kerja

2. Analisis. Output : blue print / FSD Dokumen

  • Pengumpulan data
  • Strategi pengerjaan
  • Detail kebutuhan yang harus dipenuhi

3. Desain. Output : spesifikasi teknis sistem

  • Desain architecture teknologi yang digunakan
  • Desain User Interface
  • Desain data storage
  • Desain flow chart system
  • dll

4. Implementasi. Output : produk sistem informasi

  • Pembangunan System
  • Data Conversion
  • Data Migration
  • System Convertion
  • Maintenance & Support system
  • Dll

Kembali lagi ke SDLC, secara umum dapat dikategorikan menjadi 3 jenis :

1. Terstrukur :   dalam jenis ini, sebuah tahapan akan dijalankan setelah tahapan sebelumnya selesai. Beberapa SDLC yang termasuk jenis ini adalah SDLC Waterfall dan Pararel ( Waterfall dengan membagi-bagi project menjadi sub-sub project yang lebih kecil)

2. Rapid Application Programming : bagian produk yang mampu dikerjakan dengan cepat akan dibangun terlebih dahulu untuk disampaikan ke pengguna/user. Phased Development (pengembangan bertahap) dan model Prototype adalah beberapa SDLC yang masuk dalam jenis ini

3. Agile : membuang beberapa tahapan yang tidak mempunyai nilai/value dan menekankan pada pengembangan sederhana dan iterative/berulang. Beberapa jenis Agile SDLC antara lain Extreme Programming, Kanban, Scrum, DSDM, FDD, OpenUP, dll.

Dari berbagai jenis SDLC tersebut tentunya tidak mudah untuk menentukan methode SDLC mana yang akan dipakai dalam sebuah pengembangan product system informasi. Banyak faktor yang akan mempengaruhi dalam penentuan tersebut, antara lain:

1. kejelasan kebutuhan pengguna

2. pengetahuan user terhadapa teknologi

3. kompleksitas system

4. waktu

5. kejelasan jadwal

6. sering nya perubahan terhadap product

7. dll

Tapi kami menentukan jenis SDLC yang akan dibahas lebih mendalam dalam virtuemagz ini adalah Agile Development.

Mengapa Agile ???

Karena Agile lebih menawarkan fleksibilitas dalam menangani perubahan, dan dalam era sekarang ini, dimana perubahan adalah sebuah keharusan maka mau tidak mau kita harus “agile” terhadap perubahan tersebut. Organisasi/team yang tanggap terhadap perubahan akan menjadi juara sedangkan yang tetap lambat (penuh procedural) menghadapinya akan tertindas dengan sendirinya.

Selamat datang “agile”, dan nantikan pembahasan yang lebih mendalam di artikel selanjutnya …..

Tulisan Terkait:

Simple WordPress Themes: Ngarsapura 1.0
SVN Post-Commit One Repo with Multi Working Copy
HTML Dasar
Tags: ,

Penulis: dhamarsu

software engineer, IT enthusiast, dan suka jalan-jalan

Bagikan Tulisan ini

8 Responses

  1. Hassan Aly Hassan Aly says:

    wah top, baru sekali nulis langsung berat materinya. :D

  2. fiah says:

    permisi mampir ke blog ini yaa,,

    mau nanya ni, keunggulan & kelemahan Agile dibandingkan dengan SDLC (Software Development Life Cycle) yang lain apa ya? mohon penjelasannya. ^^

    • dhamarsu says:

      Ya semua sebenernya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan penentuan methode mana yang dipakai dalam pengembangan software/product itu tergantung jg terhadap banyak aspek, dan tentu kondisi environment setiap team pasti berbeda.

      Cuma sedikit cerita saja soal Agile, Agile ini lahir ketika methodologi development tradisional sudah dirasa tidak mampu menjawad banyaknya perubahan yg sering terjadi terhadap sebuah product, maka muncullah agile yang menjadi solusi terhadang jenis product yg sering berubah dan methodologi pengembangannyapun harus mampu mengikuti seringgnya perubahan tersebut ….

      simak saja nanti artikel berikutnya, semoga bisa terbit di 2-3 hari lagi yahhh

  3. Ridwan says:

    Bagaimana cara mengimplementasikan Agile dalam sebuah proyek perangkat lunak ?

    • dhamarsu says:

      methodelogy maupun framework Agile itu banyak macamnya, nah salah satu framework Agile yaitu Scrum, nah setelah beberapa pengantar SDLC dan Agile nanti akan kita bahas soal Scrum -salah satu framework / tools agile -, gimana implementasinya di dalam sebuah project pengembangan software/product, pantau terus yahhh …..

Leave a Reply