Home » Design » Temperatur Warna Dalam Desain

Temperatur Warna Dalam Desain

Salah satu bagian dari pembahasan tentang “Warna” dalam desain yang biasa kita temui dalam sebuah spektrum warna, kita akan berkenalan dengan istilah Temperatur Warna. Temperatur warna secara tersirat menunjukkan sebuah emosi yang dipresentasikan. Temperatur warna oleh beberapa desainer dibagi menjadi dua jenis, yakni Warm Colors dan Cool Colors.

1. Warm Colors (Warna hangat)

warm colors

warm colors

Warna-warna hangat ini adalah deretan warna dalam sebuah spektrum dengan komposisi warna merah, kuning, pink, oranye, coklat dan warna-warna yang dekat dengan spektrum ini. Karena warm colors ini berhubungan dengan matahari dan api, maka warna-warna hangat ini secara filosofis mewakili panas, ceria, dan gerak. Apabila warna hangat ini ditempatkan dalam sebuah desain bersamaan dengan warna sejuk, maka warna hangat akan mendominasi dan memberikan tekanan visual.

2. Cool Colors (Warna Sejuk)

cool colors

cool colors

Warna-warna sejuk ini adalah deretan warna dalam sebuah spektrum dengan komposisi warna biru, hijau, ungu dan warna-warna yang dekat dengan spektrum ini. Cool Colors ini berhubungan dengan es dan alam yang permai, maka warna-warna sejuk ini secara filosofis sangat menenangkan dan mengurangi ketegangan. Warna ungu adalah warna yang menjembatani antara Warm Colors dan Cool Colors karena dia terbentuk dan lebih dekat dengan warna merah dan biru. Dalam sebuah desain, warna-warna sejuk ini lebih cenderung menjadi latar belakang sebuah elemen yang lebih besar namun tetap terkesan soft. Sehingga konten yang ada tetap terkesan lebih menonjol.

 

Leave a Reply

Scroll To Top